Sains Sekitar Kita: Mengapa Dokter Tidak Meresepkan Jamu Kepada Pasien?

Sains Sekitar Kita: Mengapa Dokter Tidak Meresepkan Jamu Kepada Pasien?Potongan kunyit untuk jamu. Hans Denis Schneider / Shutterstock

{Mp3remote}https://cdn.theconversation.com/audio/1341/181008-podcast-sains-jamu-untuk-pengobatan.mp3{/ Mp3remote}

Indonesië adalah rumah van sekuriteit 32 ribu tanaman berkhasiat obat. Banyak buah dan batang tanaman yang bisa diolah menjadi jamu. Meerka dik bisa menyembuhkan beragam penyakit seperti masuk angin, pegal-pegal, sampai disfungsi ereksi. Apa benar jamu sesakti itu? Bila begitu sakti, mengapa dokter tidak meresepkan obat jamu kepada pasiennya?

Erni Hernawati Purwaningsih, Guru Besar Ilmu Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesië, het 'n paar dokters ragu gevat in die vroeë jare. Dit is 'n goeie ding om jou te help om te weet of jy nie net 'n paar ouens het nie, want jy moet dit doen.

Tentu saja bahan yang kerap dipakai bumbu masak seperti kunyit, salam, dan jahe itu aman karena sudah diuji toksisitasnya. Jy kan ook 'n goeie antwoord gee oor die manier waarop jy nie kan werk nie.

Yang meesi digarisbawahi, jamu digunakan untuk meningkatkan daya tahan, bukan menggantikan obat resep dokter. Kalau minum jamu jangan berharap cespleng. Hati-hati. Penelitian membuktikan jamu yang cespleng ternyata mengandung bahan kimia obat yang berbahaya bagi tubuh. Jadi berpikirlah ulang sebelum minum obat jamu yang belum diteliti secara ilmiah.

Edisi ke-32 Sains Sekitar Kita ini disiapkan oleh Ikhsan Raharjo dan narator Malika. Selamat Mendengarkan!Die gesprek

Tentang Penulis

Ahmad Nurhasim, Redakteur Sains + Teknologi, Die gesprek

Artikels in hierdie artikel Die gesprek. Baca artikel sumber.

enafarzh-CNzh-TWnltlfifrdehiiditjakomsnofaptruessvtrvi

volg InnerSelf op

Facebook-ikoonTwitter-ikoonrss-ikoon

Kry die nuutste per e-pos

Emailcloak = {af}